Maret 14, 2012

MATERI KULIAH UMUM JURUSAN PAI


Rangkuman Kuliah Umum
Tema : Peningkatan Mutu dan Prestasi Belajar Menjadi Guru yang Profesional Perspektif Psikologis-Edukatif
Narasumber : Dr. Muqowim,M.Ag. dan Faiz Hayaza (psikolog)
Disampaikan oleh narasumber pada kuliah umum jurusan PAI pada hari Selasa (28/2/12), bahwa ada beberapa tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan harus segera diatasi. Tantangan tersebut antara lain;
1.      Low creativity
2.      Low self confidence
3.      Not self starter
4.      Low productivity
5.      Low competitive
6.      Bureaucracy
7.      Mentality
Selain 7 hal tersebut, ada beberapa hal lainnya yang juga harus segera dicarikan solusi, karena hal ini erat hubungannya dan menyangkut dengan tugas dan tanggung jawab pendidikan, khususnya para pendidik. Yaitu, kekayaan tanpa kerja, kenikmatan tanpa suara hati, pengetahuan tanpa karakter, perdagangan tanpa moralitas, ilmu tanpa kemanusiaan, agama tanpa pengorbanan. Masalah-masalah tersebut adalah masalah bangsa yang harus segera di atasi, yang sebagian besar masalah itu menjadi tugas dan tanggung jawab pendidikan untuk menyelesaikan dan menawarkan solusi guna mengatasi problem tersebut.
Karena masalah-masalah itu menjadi tanggung jawab pendidikan, maka solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah dengan meningkatkan mutu guru agar menjadi profesional dengan di dukung kepribadian yang berkarakter. Dijelaskan bahwa, apapun profesinya, soft skillnya adalah sama, yaitu kepribadian. Dengan karakter yang baik, maka guru akan memiliki integritas yang tinggi, serta mempunyai sikap dan perilaku yang sejalan seharmoni.
Lalu, bagaimana agar seorang guru mempunyai karakter yang baik? Jawabannya adalah dimulai dengan cara bersyukur terlebih dahulu. Bersyukur merupakan salah satu cara untuk mengenal Tuhan dan mengenal diri sendiri. Ketika seseorang bisa bersyukur dan dapat mengenali diri sendiri, maka seseorang akan tahu kekurangan dan kelebihan dirinya, sehingga ada upaya untuk introspeksi dan pada akhirnya muncullah karakter positif dari dalam dirinya. Jangan pernah berpikir apa yang tidak kita miliki, tetapi bersyukurlah dengan apa yang kita miliki dan jangan pernah menyepelekan hal sekecil apapun di sekitar kita. Inilah kunci awal untuk membentuk karakter diri yang positif.
Karakter diri merupakan suatu kebiasaan dan tidak bisa diatur. Maka, apabila saat ini belum mempunyai karakter diri yang positif, putuskan sekarang untuk berubah. Meskipun terlambat karena ada hari kemarin, tetapi jangan membuat diri akan lebih menyesal dengan memutuskan perubahan pada hari esok. Seorang guru harus membawa perubahan. Dan untuk menciptakan perubahan itu, harus dimulai pada diri sendiri. Setelah itu, kemudian ciptakan kebiasaan agar menjadi guru unggul dengan menjadi guru yang proaktif, mampu menghargai orang lain, dan mau mengasah diri secara terus menerus. Dengan cara tersebut, maka tujuan pendidikan untuk menghasilkan individu yang memiliki keterpaduan iman, ilmu dan amal akan terwujud. Sehingga masalah-masalah yang sedang dihadapi bangsa, satu persatu akan dapat diatasi, dengan kunci utamanya yaitu kualitas dan profesionalitas guru yang dibentuk melalui karakter diri yang positif, unggul dan berkepribadian.
Relevansi dengan Psikologi Pembelajaran PAI
Psikologi pembelajaran PAI pada dasarnya adalah mempelajari tingkah laku individu (siswa) dan berusaha mengubah tingkah lakunya agar berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam melalui proses pembelajaran PAI. Dan dalam hal ini, guru merupakan alat untuk mengadakan perubahan itu dengan di dukung komponen pendidikan lainnya melalui proses pembelajaran. Untuk itu, perlu diciptakan suatu proses pembelajaran yang efektif yang dapat dilakukan dengan mewujudkan pengajaran yang kondusif. Selain itu, guru juga dituntut untuk dapat membimbing perkembangan siswa dan mengembangkan kepribadian diri.
Oleh karena itu, untuk mengembangkan kepribadian diri agar dapat membimbing perkembangan siswa dan menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif serta mampu mengubah tingkah laku siswa, maka guru harus menyiapkan karakter dirinya terlebih dahulu. Dan membentuk diri dahulu dengan kebiasaan-kebiasaan untuk mewujudkan guru yang unggul. Dengan memiliki karakter diri positif dan di dukung kualitas dan keunggulannya, maka guru akan dapat menanamkan landasan atau nilai Islam serta mengubah tingkah laku siswanya dengan mudah tanpa harus bersusah payah mencari berbagai metode.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar